Minggu, 17 Agustus 2014



Bagian-bagian Kamera Digital

    Masih semangat ga... belajar photography-nye? Masih? Nah... kalo gitu... kite lanjutin lagi perjalanan kite menuju dunia digital photography. Kalo sebelum-sebelumnye mungkin ente-ente pade (termasuk juga aye) masih belum merasa puas dengan pembahasan mengenai mengenal bagian-bagian dari sebuah camera digital...
Nah... pada kesempatan kali ini... ijinkanlah kami untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat pada tulisan-tulisan sebelumnye. Pada tulisan kali ini... kite bakal menyelediki lagi mengenai apa saja yang terdapat dalam sebuah camera digital ntu.
Untuk menghemat bandwidth dan waktu... coba ente-ente pade... perati'in gambar camera digital dibawah ini. Gambar dibawah ini menunjukkan contoh gambar tampak depan dari sebuah camera digital. Emang sih... kaga semua camera digital akan tampak same dengan gambar ini.



Sejarah Fotografi, Sejarah Teknologi





     FOTOGRAFI secara umum baru dikenal sekitar 150 tahun lalu. Ini kalau kita membicarakan fotografi yang menyangkut teknologi. Namun, kalau kita membicarakan masalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari peran cahaya, sejarah fotografi sangatlah panjang. Dari yang bisa dicatat saja, setidaknya "fotografi" sudah tercatat sebelum Masehi.
DALAM buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.
Kemudian, pada abad ke-10 Masehi, seorang Arab bernama Ibn Al-Haitham menemukan fenomena yang sama pada tenda miliknya yang bolong.


Fotografi Digital



Fotografi Digital
Kamera-Digital.com (Kompas - Bhineka)



    DUNIA fotografi sekarang ini benar-benar mengalami perubahan yang drastis. Masa-masa mengisi gulungan plastik yang dicampur dengan bahan-bahan kimia di belakang sebuah kamera tampaknya akan berakhir. Kebosanan menunggu film diproses di lab pun akan berakhir. Era kamera digital sekarang ini sudah menyeliputi siapa saja, dan semua orang akan mencoba pengalaman baru dan memanfaatkan kemajuan yang dicapai dalam teknologi kamera ini. Memang, di sisi lain kita masih melihat kalau kamera digital sekarang ini masih menyimpan kemiripan dengan kamera yang selama ini kita kenal. Bentuk kotak yang terbungkus plastik atau kerangka besi ringan masih tetap melekat dengan lensa yang mengatur ketajaman fokus maupun aperture dan shutter yang mengatur berapa banyak cahaya yang bisa masuk ke dalam kamera. Perbedaannya hanya tidak adanya rol film yang selama ini kita kenal.


Teori Dasar Fotografi


DSLR untuk Orang Awam




Setelah browsing sana-sini, akhirnya ketemu juga artikel tentang fotografi basic yang menurutku perlu diketahui oleh fotografer pemula / hobbist
Monggo disimak artikel dari bebek_factory yang aku sadur dari kaskus berikut ini :
Fotografi:
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.
Kamera SLR:
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

    Fotografi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).
Shutter Speed :
Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Foto dengan shutter speed cepat

Senin, 19 Mei 2014

Memperbaharui Isi Halaman Web


Pengertian WEB
       Web 2.0 adalah website yang mendapatkan value dari aksi aktifitas kegiatan usernya sendiri. Terjadi interaksi antara user dengan websitenya. Contoh aksi user bisa kita jumpai di website Wikipedia, ensiklopedia yang ditulis dan diedit oleh users; Youtube, video sharing berdasarkan kiriman user; Flickr, situs dimana user bisa mengirim dan membagi gambar.
        Beberapa ciri-ciri website 2.0 adalah :
Menggunakan internet sebagai platform, aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung diatas browser dan bukan diatas satu sistem operasi terntentu.
Aplikasi web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian banyak orang secara kolektif.
Sebagai hasilnya, muncullah basis pengetahuan yang sangat besar karena hasil dari gabungan pengetahuan banyak orang. 
Kekuatan aplikasi web 2.o terletak pada data.
Aplikasi web 2.0 selalu diupdate terus menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk, tapi layanan.
Aplikasi web 2.o menggunakan teknik-teknik pemrograman yang ringan, spt AJAX (Asynchronous Javascript and XML) dan RSS.
Aplikasi web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device.
Aplikasi web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser, ini berkat AJAX.

Minggu, 18 Mei 2014

Mengelola Isi Halaman Web


Membaut, Membuka dan Menyimpan Dokumen HTML

Membuat dokumen HTML kosong baru :
- Pada tampilan windows, pilih menu File > New.
Untuk membuka file HTML yang sudah ada :
- Pilih menu File > Open
Anda dapat memilih file HTML yang anda inginkan.

Membuat dokumen baru berdasarkan template :
- Pilih menu File > New from Template.
Akan tampak dialog box, daftar template - template yang ada (anda harus membuat sebuah template terlebih dahulu sebelum membuat dokumen baru berdasarkan template)
-  Pilih salah satu template. Dokumen baru akan dibuat berdasarkan
template tersebut.

Cara Memasang CSS Pada Blogspot

Cara memasang CSS pada Blogspot